CIRI TANAMAN PORANG

ciri tanaman porang
ciri tanaman porang

CIRI – CIRI TANAMAN PORANG

Ciri – ciri tanaman porang bisa dipilah sebagai berikut :

  1. Batang

Batang tanaman porang merupakan batang tunggal yang memecah menjadi tiga batang sekunder serta akan memecah batang lagi sekaligus menjadi tangkai daun.

                           

Pada setiap pertemuan batang akan tumbuh bubil/katak berwarna coklat kehitam-hitaman sebagai perkembang biakan tanaman porang, tidak berkayu dan tidak bercabang. Batangnya berwarna hijau terdapat bercak-bercak putih/totol-totol putih. Tinggi tanaman dapat mencapai 1,5 meter, kulit batang porang halus relatif lebih halus.

Pada saat musim kemarau, batang porang akan rebah ke permukaan tanah ( pepes = jawa) atau mulai layu. Pada saat batang porang roboh hal tersebut sebagai gejala awal stadia dormansi, maka setelah itu akan terjadi proses translokasi (pemindahan) asimilat ( cadangan makanan) dari batang dan daun ke bagian lain seperti bubil dan umbi. Waktu yang dibutuhkan untuk translokasi cadangan makanan ( asimilat) dari batang dan daun menuju bubl dan umbi porang adalah berkisar antara 1,5 – 2 bulan.

setelah proses translokasi caangan makanan berakhir, umbi porang yang besar dapat diambil untuk diproses pembuatan tepung dan umbi kecil dan katak/bubil siap untuk digunakan sebagai bibit.

2. Daun

Daun tanaman porang termasuk daun majemuk dan berbentuk menjari. Setiap batang tanaman terdapat 4 (empat) daun majemuk. Pada pertumbuhan yang normal, setiap daun majemuk terdapat sekitar 10 helai daun dengan tepi daun yang rata. Warna daunnya hijau muda sampai dengan hijau tua. Semakin subur tanahnya warna daunnya hijau kebiru biruan. Pada saat tanaman porang memasuki stadia dormansi dimulai dari daun yang menguning dan setelah stadia dormansi seluruh daun mengering yang selanjutnya diikuti oleh  batang dan akar. Setelh tanaman porang tumbuh sekitar 2 bulan, pada bagian pangkal daun dan ketiak daun akan tumbuh beberapa bubil atau katak, ini merupakan ciri utama yang membedakan tanaman porang dengan tanaman lain yang sejenis.

3. Bunga

Bunga tanaman porang akan tumbuh dari umbi (setelah berumur sekitar 4 tahun). Biasanya bunga tumbuh saat musim hujan tiba dan bunga muncul pada umbi yang tidak mengalam flush (pertumbuhan daun).  pada stadia kuncup, mahkota bunga belum kelihatan, sedangkan setelah mekar penuh (full bloom) mahkota bunga membuka sempurna, berwarna merah muda atau pink bentuk terompet. Setiap umbi hanya akan menghasilkan 1(satu) bunga yang ditopang oleh tangkai bunga yang tumbuh vertical seperti batang kecil yang tingginya berkisar 20-30cm.

Setelah bunga mekar sempurna, akan terjadi penyerbukan. Tanda tanda terjadinya penyerbukan yang sempurna, pada bunga jantan dan betina. Yaitu mahkota bunga mulai layu dan bagian pangkal mahkota bunga mulai membengkak, serta adanya biji biji porang yang mulai tumbuh seperti tongkol jagung.

4. Katak/Bubil

Ciri tanaman porang lainnya adalah pada saat tanaman porang tumbuh sekitar 2 bulan dan daun daun sudah tumbuh pada saat stadia lanjut. Tanaman porang mulai mengeluarkan katak/bubil yaitu umbi generative yang tumbuh pada pangkal daun dan ketiak daun. Jumlah bubil tergantung ruas percabangan daun. Bubil  pada batang biasanya berkisar antara 4 sampai dengan 15 bubil per tanaman. Bubil yang tumbuh dari titik tumbuh (pucuk) atau percabangan daun berukuran lebih besar dan berbentuk bulat(jumlahnya hanya 1 buah), sedangkan bubil yang tumbuh di ketiak cabang daun berukuran lebih kecil dan bentuknya lonjong.

5. Biji

Tanaman porang juga dapat diperbanyak dengan menggunakan biji sebagai benih. Biji porang terdapat dalam buah yang tersusun dalam sebuah tongkol. Pada saat muda buah tersebut berwarna hijau yang kemudian berubah menjadi berwarna kuning. Setelah dewasa berwarna kemerahan dan buah yang siap masak berwarna merah tua kehitaman. Satu tongkol berisi sekitar 100 sampai dengan 300 biji buah.

Ciri tanaman porang pada biji adalah biji yang dikupas atau ditekan kulit buahnya akan keluar biji berwarna hitam dengan rata rata terdiri dari 2 biji pada setiap buahnya.

6. Umbi

Umbi porang merupakan umbi tunggal atau setiap satu batang tanaman porang hanya menghasilkan satu umbi. Daging umbi berwarna kuning cerah dengan serat halus. Getah porang berwarna agak keruh dan meimbulkan rasa gatal. Umbi yang dirajang dalam bentuk chips dan setelah kering berwarna coklat kemerahan.

Ukuran umbi bervariasi tergantung umur tanaman porang dan kesuburan tanahnya. Semakin tua umur tanaman porang dan semakin subur tanahnya umbinya akan semakin besar. Umbi yang ditanam dengan bobot 200 sd 20 gram, maka hasil panen umbinya bisa mencapai 2-3kg per musim panen. Sementara bila sumber bibit porang berasal dari bubil/katak, maka umbi yang dipanen berkisar 200-200 gr/ musim tanam.

7. Akar

Pada umumnya sebelum bibit tumbuh tunas daun. Terlebih dahulu dperlihatkan adanya pertumbuhan akar yang berkembang cepat dalam waktu 7 -14 hari baru muncul tunas daun baru. Tanaman porang tidak mempunyai akar tunggang, melainkan hanya ada sejumlah akar primer yang tumbuh dari bagian pangkal batang dan sebagian tumbuh menyelimuti bagian umbinya.

Akar tersebut berfungsi sebagai penyerap air dan unsur hara bagi pertumbuhan tanaman porang, sekaligus sebagai penguat tegaknya batang semu. Pada saat memasuki stadia dormansi (istirahat), maka akar akan mengering, dan tidak dapat berfungsi lagi sebagai organ penyerapan air dan hara tanaman. Umbi porang akan semakin mengeras dan akar yang menyelimuti bagian umbi semakin berkurang. Pada saat itu umbi porang siap dipanen.

 

7 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*