PORANG

porang
porang

PORANG

Tanaman ini belum banyak yang membudidayakan dengan alasan bahwa masa panen yang terlalu lama yaitu bisa mencapai 4 tahun, yang sebenarnya bukan begitu tanaman porang ini ada nilai ekonomisnya. untuk perhitungan budidaya bisa dilihat dihalaman selanjutnya.

Tanaman porang (Amarphopallus oncophilus) adalah tanaman daerah tropis yang termasuk family bunga bangkai, tanaman ini hampir mirip dengan suweg, iles iles. Yang dimanfaatkan dari tanaman ini adalah umbinya karena mempunyai kandungan Glucomanan yang cukup tinggi. Kandungan glucomannan dapat dimanfaatkan menjadi berbagai makanan diet, karena mengandung selulosa yang tinggi.

TENTANG CIRI – CIRI PORANG

Tanaman ini merupakan tumbuhan herba dan menahun. Batang tegak, lunak, batang halus dan ada dua warna yaitu hijau atau hitam kombinasi dengan totol-totol putih. Batang tunggal memecah menjadi tiga batang sekunder dan akan memecah lagi sekaligus menjadi tangkai daun. Pada setiap pertemuan batang akan tumbuh bintil / katak berwarna coklat kehitam-hitaman sebagai alat perkembangbiakan tanaman porang. Tinggi tanaman dapat mencapai 1,5 meter sangat tergantung umur dan kesuburan tanah.

Tanaman ini juga banyak dijumpai didaerah hutan di pulau manapun di indonesia. Daerah saradan madiun jawa timur adalah yang terkenal di indonesia. Hal ini disebabkan karena daerah ini pertama kali mengembangkan dan membudidayakannya di indonesia. Tanaman ini juga dapat ditemukan diberbagai daerah di indonesia seperti jember, blora, sedangkan  jombang, sukabumi dan kediri baru di kembangkan untuk dibudidayakan.

Daerah penghasil porang lainnya kebanyakan dari daerah hutan seperti  yang ada di sulawesi dan di daerah Nusa tenggara timur (NTT). Dikarenakan dianggap sebagai tanaman liar, tumbuhan yang berada hutan ini tidak mengikuti kaidah masa panen yang baik dan benar sehingga menyebabkan rendahnya kadar glucomannan umbi, sedangkan porang yang dibudidayakan di kebun-kebun daerah terbuka  mempunyai kadar air yang terlalu tinggi, sehingga rendemen keringnya kurang memuaskan. Yang terbaik adalah tanaman yang dikembangkan di daerah hutan yang bekerjasama dengan perhutani HPH, karena ada naungan pohon hal ini sesuai dengan sifat tumbuhnya porang.

 

 

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*